yang aneh-aneh

cari ilmu tanpa batas……!!!!!!!

Kuil Parthenon

Posted by Orang Aneh pada 2 Agustus 2009


Parthenon adalah kuil Yunani yang dibangun untuk dewi Athena, pelindung Athena pada abad ke-5 SM. Parthenon dianggap sebagai simbol Yunani Kuno dan demokrasi Athena, dan merupakan salah satu monumen budaya terbesar dunia.

https://i2.wp.com/stonewonder.com/images/Griechenland-Der-Parthenon.jpg

Sejatinya, Athena diakui sebagai dewi utama kota-kota di Yunani, dewi dari industri dan kesenian. Sedangkan, dalam mitologi Yunani, Athena juga dikenal sebagai dewi kebijaksanaan dan dewi perang. Bahkan, menurut cerita, di antara para dewa-dewa, dialah yang paling kuat mendukung Yunani dalam Perang Trojan.

Sejarah Athena begitu penuh warna, terbentang dari bukit Acropolis sampai ke Temple of Zeus; dari lorong-lorong di Plaka sampai ke pantai-pantai menuju Teluk Sounion. Bahkan sebuah stasiun bawah tanah, seperti yang ada di Syntagma Metro Station, ikut memajang sepenggal sejarah Athena. Pantas saja, kalau ada yang bilang kota Athena itu sendiri adalah sebuah Museum Besar! Menurut data di Wikipedia, pada tahun 2004, Yunani menempati urutan ke-12 sebagai tujuan pariwisata internasional. 14,18 juta turis mengunjungi negara itu, terutama untuk menyaksikan ajang Olimpiade Musim Panas. Dan bisa dipastikan, sebagian besar turis ke Yunani masuk melalui Athena.

Athena (baca: negara Yunani) memiliki standar hidup yang tinggi, berada di urutan ke-24 dalam Indeks Pembangunan Manusia 2005 dan ke-22 dalam Indeks Kualitas Hidup Dunia 2005 versi The Economist (sumber: wikipedia). Ekonominya terus meningkat dalam tahun-tahun belakangan ini, di antaranya sektor pariwisata, yang terus dibanjiri pelancong mancanegara. Sejak masuk ke “European Community” (Uni Eropa) di tahun 2001, Yunani pun mulai menyesuaikan kebijakan fiskal dll sama dengan anggota-anggota Uni Eropa lainnya. Hal paling mudah dilihat, minimal dari kacamata pariwisata, yaitu: pemberlakuan visa Schengen, yang juga berlaku untuk 27 anggota Uni Eropa lainnya. Hal lain, yaitu penggunaan mata uang Euro.

Athena bukanlah jenis kota yang mudah dicintai pada pandangan pertama, berbeda dengan Paris (kyknya kenal..) atau Sydney. Meskipun telah lama dikenal sebagai salah satu kota paling bersejarah di Eropa, tapi Athena bisa dikatakan sangat tertinggal dalam persaingan dengan kota-kota besar di Eropa lainnya (trus kenapa gw masih pengen k athena ya ?)
https://i0.wp.com/i721.photobucket.com/albums/ww217/supermance2/top-10-longest-construction-project.jpg

Sebagai sebuah ibukota salah satu negara di Eropa, kota Athena tidaklah terlalu besar, tetapi cukup padat. Dengan populasi hampir 4 juta jiwa, pusat kota ini relatif mudah di-eksplorasi. Apalagi situs-situs bersejarah semuanya seakan berada pada satu jalur antara situs Acropolis sampai ke Kuil Olimpia Zeus. Menurut Babis, sebelum Olimpiade 2004, pemerintah kota telah membangun suatu pedestrian khusus antara satu situs dengan situs lainnya. Tujuannya, untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para duta olahraga Olimpiade 2004 dan pengunjung lainnya dari bahaya kendaraan di jalan-jalan kota Athena.

Obyek wisata paling terkenal di Athena adalah bukit Acropolis, yang seakan mendominasi langit Kota Athena. Kompleks ini, yang nyaris tidak pernah berhenti direstorasi, terus menerus menarik kaki-kaki turis mancanegara mendakinya sepanjang pagi hingga malam hari. Tiket masuk ke situs Acropolis sebesar € 12 (berarti kira2 120.000..duit dr mn put?), relatif tidak berarti dibandingkan apa yang kita bisa lihat sesampainya di atas bukit Acropolis. Di samping kuil-kuil yang sangat bersejarah, kita juga disuguhkan pemandangan ke arah kota Athena yang sangat mengesankan.

Acropolis, yang berarti bagian tertinggi dari kota, lebih mirip sebuah benteng di atas bukit. Dibangun pada masa kepemimpinan kaisar Pericles (495-429 SM) yang merupakan zaman keemasan Yunani di Athena, komplek ini terdiri dari kuil-kuil yang membentuk sebuah panorama kota, antara lain Erichteion, Parthenon, Nike dan Propylaea. Dari semua kuil yang ada, Parthenon adalah yang terbesar dan terindah. Kuil ini merupakan persembahan kepada Dewi Athena, dewi perawan dan pelindung kota. Konon beberapa blok marmer dari kuil Parthenon masih ada di British Museum, London. Kuil Parthenon, yang merupakan pusat dari Acropolis, terlihat sangat menonjol dibandingkan bangunan lainnya di situ. Dibangun antara 447-432 SM, kuil ini disebut-sebut sebagai puncak kesempurnaan dari karya kuil Doric yang pernah dibangun. Nama ‘doric’ di sini menunjukan suatu ‘orde’ dari ornamen kolom (pilar) yang pernah berkembang di Yunani. Menurut beberapa sumber, orde doric berasal dari zaman Yunani Kuno, yang mengambil nama dari dua kelompok suku bangsa Yunani, yaitu Doria. Orde lainnya yang juga terkenal disebut ‘Ionic’ dan ‘Corinthia’.

Di samping Parthenon, di bukit Acropolis juga terdapat kuil-kuil lainnya, seperti: Erechteion, Parthenon, Nike dan Propylaea. Erechteion adalah sebuah bangunan kuil yang lebih baru dan dibangun antara 421-416 SM. Bagian paling terkenal dari kuil ini adalah enam ‘Caryatid’ (kolom penyangga berwujud patung gadis tersenyum, berdiri dengan satu kaki agak ke depan) yang menyangga batu penutup kuil bagian selatan. Empat caryatid asli disimpan di museum Acropolis untuk menghindari kerusakan fisik karena cuaca; satu caryatid khabarnya dibawa kabur Dinasti Ottoman dan hilang; dan satunya lagi tersimpan di British Museum, London.

Kuil lainnya, Nike, merupakan kuil terkecil di Acropolis. Tapi bagi warga Athena, Nike dianggap sebagai pembawa keberuntungan bagi kota Athena. Dan yang terakhir, Propylaea, adalah bangunan monumental lainnya yang merupakan pintu gerbang ke komplek Acropolis. Propylaea dibangun oleh arsitek Mnesikles pada 437-432 SM, menampilkan suatu orde campuran Doric dan Ionic.

Di bagian bawah bukit Acropolis, terdapat ‘Odeum of Herod Atticus’, sebuah teater yang dibangun oleh Herodus Atticus pada abad ke-2 Sesudah Masehi, sebagai kenangan akan isterinya Pegilla. Teater ini tipikal teater ala Romawi kuno dengan kapasitas tempat duduk sekitar 5,000 penonton. Pada awalnya, teater ini hanya digunakan untuk pertunjukan musik dan drama, tetapi kini juga digunakan untuk kegiatan festival Athena berupa konser musik moderen, resital, dan sebagainya.

Setelah Acropolis, ada satu tempat lain yang sama sekali tidak boleh dilewatkan ketika berada di Athena. Itulah Plaka! Kawasan pejalan kaki ini dipenuhin oleh warna lokal yang sangat menarik. Hampir di setiap langkah kaki, sudut jalan, belokan, kita menemukan berbagai kejutan. Ada gereja tua, bangunan bergaya neo klasik, reruntuhan jaman dulu, dll. Kawasan di kaki bukit Acropolis ini dipenuhin ratusan taverna, cafetaria, toko dan juga taman dan pohon-pohon yang teduh. Maka biarpun temperatur Athena mencapai 38º C, kita tetap menemukan keteduhan di Plaka.

Plaka sangat ideal untuk menikmati makan siang di taverna dengan menu kalamari goreng (sangat populer di Yunani), salad, french fries dan es krim. Jika ingin bersantai lebih lama, sekalian coba secangkir ‘Ice Frappe’ yang sangat nikmat. Kopi seolah identik dengan gaya hidup orang Yunani dan ‘Ice Frappe’ adalah salah satu minuman yang paling populer. Warna kopinya berlapis – paling bawah berwarna coklat tua, di tengahnya coklat muda dan paling atas berupa lapisan busa tebal berwarna putih. Frappe ini biasanya dihidangkan dalam gelas tinggi. Bagi turis mancanegara, Plaka bukan hanya tempat ‘kongkow’ paling keren di Athena, tapi juga tempat berbelanja dengan ‘harga miring’ tentu saja. Segala macam kebutuhan turis, mulai dari souvenir sampai berbagai baju kelas butik maupun kelas Mangga Dua (Jakarta) ada di sini. Karena sangat menyenangkan, berapa lamapun berada di Plaka, rasanya waktu berlari terlalu cepat.

Menjelang sore, Plaka tentu saja semakin menarik, khususnya di cafe-cafe yang bertebaran di situ. Kursi-kursi cafe dipenuhin pengunjung yang asyik menyeruput kopi. Tapi kalau waktu Anda terbatas di Athena, ada baiknya segera beringsut meninggalkan Plaka dan menuju Syntagma Square (Constitution Square) – alun-alun paling populer di Athena. Dari Plaka, kita bisa saja berjalan kaki ke Syntagma, tapi karena sudah berada di sisi lain dari Plaka, yang lebih dekat ke Monastiraki Square, maka kami memutuskan naik Metro (Athens Urban Transport) saja. Tarif antar kedua stasiun ini hanya € 0.80.
Tepat di atas stasiun Syntagma berdiri Gedung Parlemen dan “Tomb of the Unknown Soldier”. Di depan bangunan ‘Makam Tentara Tanpa Nama’ inilah yang selalu menjadi perhatian dan bidikan kamera pengunjung. Apa pasal? Ya, setiap jam 5 sore, kita bisa menyaksikan prosesi pergantian pasukan penjaga – biasa disebut Evzones. Upacara militer yang menjadi tontonan ratusan turis setiap hari, bukan saja karena prosesinya yang menarik, tapi juga karena seragam mereka yang sangat unik. Setelah upacara, para turis secara bergantian minta berpose dengan anggota penjaga yang keren. Biarpun mereka sedikitpun tidak memberikan senyum, tapi toh mereka juga tampaknya tidak menolak berpose bersama turis. Sekalipun dalam posisi tetap tegak dan tanpa senyum!

Di seberang Syntagma berdiri sebuah hotel legendaris “Grande Bretagne”. Bangunan kuno yang pernah digunakan sebagai markas pasukan Yunani, Jerman dan Inggris selama Perang Dunia II, kini diakui sebagai salah satu hotel terbaik di Eropa. Yang juga perlu dicatat, Grande Bretagne konon khabarnya adalah hotel pertama di Eropa yang memasang ‘air conditioning’ (AC).
Dari Syntagma Square, jika menyusuri jalan Panepistimiou (El.Venizelou) ke arah Omonia Square, kita akan menemukan “Attica”, department store terbesar di Athena. Dan tidak jauh dari situ, kita juga bisa mampir ke tiga bangunan indah lainnya yang disebut “The Temples of Learning”, yakni: the University, the Academy dan National Library. Ketiga bangunan ini didesain oleh Hansen Bersaudara. ‘The Academy’, salah satu yang terindah, didesain Theofil Hansen dengan menempatkan dua kolom dengan patung Appolo dan Athena di puncaknya. Lalu di depannya terdapat dua patung yang sedang duduk dari Socrates dan Plato. Kedua patung ini seakan memberikan otoritas atas tingkat intelektualitas dari fungsi bangunan di belakangnya.

Jika tinggal lebih lama di Athena, tak ada salahnya Anda juga mengunjungi Kuil Poseidon yang berada diujung selatan Attica – 70 km dari Athena atau sekitar 1.5 jam perjalanan. Kuil anggun ini berdiri di atas bukit persis di titik paling selatan Tanjung Sounion menghadap ke arah Laut Aegean. Perjalanan menyusuri pesisir pantai-pantai indah ini sangat menyenangkan. Dan ketika akhirnya tiba di atas Kuil Poseidon menghadap Laut Aegean, kita pun sepertinya bisa merasakan ‘kekuasaan’ Poseidon sebagai ‘God of the Sea”.

Obyek wisata menarik lainnya yang juga layak dikunjungi yaitu kota kuno Corinth atau Korinthos, sekitar 85 km arah barat dari Athena. Di samping Kuil Appolo (550 SM) dan Museum yang menjadi obyek wisata utama, maka daya tarik paling spektakuler dari Corinth adalah memandang dari atas jembatan aktivitas di Kanal Corinth. Kanal yang selesai dibangun tahun 1893 ini, dibuat dengan membelah gunung karang sehingga terbukalah jalur antara Laut Aegean dan Teluk Corinth. Panjang Kanal Corinth 6 km dengan lebar hanya 23 meter.

Namanya Athena! Dialah Dewi Pelindung Kota. Biarpun Athena telah melewati masa-masa sangat sulit yang panjang, kota ini kini kembali bangkit. Dan suatu saat, mungkin saja Athena akan kembali muncul sebagai salah satu kota paling cemerlang di dunia barat.

sumber : wikipedia

3 Tanggapan to “Kuil Parthenon”

  1. syukriy said

    Inilah bukti kejayaan masa lalu. Ternyata, orang2 jaman baheula memang sudah hebat. Dengan teknologi seadanya mereka mampu mengahsilkan bagunan yang luar biasa.

  2. […] Kuil Parthenon Parthenon adalah kuil Yunani yang dibangun untuk dewi Athena, pelindung Athena pada abad ke-5 SM. Parthenon dianggap sebagai simbol Yunani Kuno dan demokrasi Athena, dan merupakan salah satu monumen budaya terbesar dunia. Sejatinya, Athena diakui sebagai dewi utama kota-kota di Yunani, dewi dari industri dan kesenian. Sedangkan, dalam mitologi Yunani, Athena juga dikenal sebagai dewi kebijaksanaan […] […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: