yang aneh-aneh

cari ilmu tanpa batas……!!!!!!!

Malingsia vs Majapahit

Posted by Orang Aneh pada 23 Juni 2009


PARAMESWARA 1390 – 1414
https://i0.wp.com/www.anakmuar.com/v1/images/sejarah/sejarah-intro/parameswara.jpg
Parameswara adalah pangeran dari palembang, pada tahun 1390 ia menikah dengan putri dari kerajaan majapahit, dan menjadi pengikut kerajaan Majapahit. Tidak lama setelah ia keluar dari kerajaan majapahit (berkhianat), yang mana pihak kerajaan majapait mengirimkan bala tentara untuk mengusirnya dari wilayah sumatra. Parameswara melarikan diri ke Tumasek, (yang mana merupakan nama singapura pada saat itu), bersama keluarganya dan para pengikutnya. Pada masa itu singapura dipimpin oleh sorang ketua malay dari PATANI. Yang telah ditunjuk oleh kerajaan SIAM. Pemimpin (gubernur) malay memperlakukannya dengan baik, namun Parameswara membunuh gubernur tersebut dan menjadi pemimpin dari gubernur singapura dan pulau sekitarnya. Parameswara memimpin singapua sekitar 5 tahun dan menjadi pemimpin bajak laut.

Pada Abad 14, Kerajaan siam yang pad saat itu sedang mengembangkan kekuasaanya di wilayah utara malay peninsula hingga sejauh wilayah Pahang namun mereka gagal mengembangkan wilayah kekuasaan hingga singapura. Karena pada saat itu kerajaan MAJAPAHIT merupakan kerajaan yang sangat di takuti di wilayah Kepulauan Malaka. Beberapa bagian sepanjang selat malaka, termasuk Tumasik / Singapura merupakan kekuasaan wilayah MAJAPAHIT. Pada masa Parameswara, sebuah kapal milik Majapahit menyerang singapura, setelah mengalahkan singapura. Para pasukan ini kembali ke jawa. Namun demikian ada beberapa sumber sejarah yang mengatakan bahwa singapura tidak kalah mutlak, malah mengatakan bahwa Parameswara masih berkuasa di wilayah singapura

Ketik Parameswara gagal membangun kerajaan pada dua tempat di Muar (Biawak Busauk) dan Kota Buruk, Ia memimpin para pengikutnya untuk pindah ke Sening Ujung (Sungai Ujong). Ia melanjutkan perjalanannya dari sini hingga mencapai muara Sungai Bertam, dimana ia mendirikian kerajaan Melaka dan menjadi raja pertama, 1394. Namun demikian pada saat itu kerajaan itu merupakan kerajaan hindu. Oleh karena itu kerajaan Malay didirikan di Malaka untuk melanjutkan keberadaan kerajaan Malay dari kerajaan singapura yang telah hancur.

Tidak lama kemudian, berita tentang malaka menjadi pusat perdagangan dan mencapai wilayah cina. Yung – Lo Raja Cin (1402 -1424) mengirimkan armadanya ke malaka pada tahun 1405. Tujuan utama adalah membuka jalur perdagangan antara malaka dan cina.

Pada tahun 1409 Parameswara merubah kerajaannya menjadi sebuah kerajaan muslim. Dan mengadopsi namanya menjadi Parameswara Iskandar Syah. 2 tahun kemudian 1411 Parameswara beserta keluarga kerajaan mengunjungi cina bersama 540 orang staff, bersama Admiral Cheng Ho dengan tujuan membayar upeti kepada Raja Yung Lo.
Pada tahun 1414 Parameswara wafat.

Siapakah Prameswara….??

Parameswara (1344-1414) adalah nama tokoh yang disebut sebagai pendiri Kesultanan Malaka dalam Suma Oriental tulisan Tome Pires. Dalam buku tersebut juga disebutkan bahwa Parameswara merupakan pangeran dari Palembang (banyak yang menyalahartikannya sebagai kerajaan Sriwijaya, karena pada masa itu Palembang adalah taklukan Majapahit) yang menikah dengan putri Batara Tumapel dari Jawa. Parameswara kemudian pergi ke Singapura, dan menjadi penguasa di sana selama 5 tahun, sebelum kemudian pergi ke Malaka dan membangun kesultanan baru di sana.

Raden Wijaya, raja pertama (1293-1309) dan pendiri Kerajaan Majapahit menikahi Sri Gayatri Rajapatni, putri dari Sri Kertanegara, raja terakhir (1268-1292) Kerajaan Singasari, yang kemudian memiliki Putri Tribuana Tunggadewi, ratu pemimpin ketiga (1326-1350) Kerajaan Majapahit. Ia menikahi Kertawardana, dan memiliki putri bernama Iswari. Si putri kemudian menikahi Singawardana, dan memiliki Putri Sarawardani. Kemudian ia menikahi Ranamenggala, dan memiliki anak bernama Parameswara yang lahir di tahun 1344 pada saat nenek buyutnya, Ratu Tribuana Tunggadewi, memerintah Majapahit.

Selain itu, Parameswara masih kerabat dari Ananggavarman atau Ananggawarman, (anak dari Adityawarman) yang menjabat sebagai penguasa wilayah (setingkat gubernur di masa kini) Majapahit di Pagar Ruyung, Kerajaan Dharmasraya, dan Palembang.

Setelah jatuhnya Kerajaan Sriwijaya pada tahun 1025 karena serangan raja Cola dari Kerajaan Colamandala, India, dan ditaklukkan oleh Kerajaan Dharmasraya pada tahun 1088, istilah Sriwijaya sudah tidak lazim digunakan, tetapi lebih sering disebut sebagai Palembang di dalam naskah kuno seperti Babad Tanah Jawi mahupun Naskah Wangsakerta.

Sebelumnya Parameswara beragama Hindu, dan kemudian memeluk agama Islam di tahun 1414. Dari agama yang diyakini kita dapat lihat bahawa Parameswara bukan asli dari Sriwijaya atau Palembang, karena umumnya mereka memeluk agama Buddha. Sriwijaya di masa lampau adalah pusat pengembangan agama Buddha di Asia Tenggara.

dikupas dari :
http://id.wikipedia.org/wiki/Parameswara
dan
http://sejarahmalaysia.pnm.my/portal…9&section=sm01

Jadi…kesimpulannya

MALINGSIA ITU PENGHIANAT….DAN MEMANG BANGSA PENGHIANAT DARI LELUHURNYA…MAJAPAHIT AJA UDAH ENEG AMA TUH PRAMESWARA….hahahahah….nggak salah keturunannya pada

dan lagi tukang curi..penipu dan pembunuh….

Ndak ada salahnya toh…kalo

GANYANG MALAYSIA

PROVOKATOR MODE : ON

6 Tanggapan to “Malingsia vs Majapahit”

  1. mas mas.. FYI putri majapahit yang dia nikahi tahun 1390 itu adalah ratu suhita, ratu majapahit pasca paregreg lho..

    tahun 1404 bhre wirabhumi menyerang singapura (bagian paregreg). maka ia dan rakyatnya naik ke utara ke malaka dimana ia mendirikan kerajaan di sana. karena kesalahan, ia malah menambah musuh dengan siam. karena itu tahun 1405 ia menghadap kaisar yong-le (atau yung-lo) dari ming (bukan cin seperti di tulisan masnya) di nanjing, meminta perlindungan dari serangan siam dan jawa wirabhumi, memberikan upeti tahunan kepada ming ( dan karena itu menurut ming malaka adalah vassal mereka dan dicatat dalam peta kekuasaan kerajaan ming )

    tahun itu juga yong-le mengirimkan zhang he membawa pasukan ke malaka dan mengunjungi kedua-dua majapahit. saat penyerbuan majapahit barat dibawah panglima raden gajah 1406 ke istana bhre wirabhumi, pasukan zhang he tengah berada di istana itu dan 170 orang prajurit ming yang berstatus utusan menjadi korban.
    karena status adalah utusan tidak boleh dibunuh, maka wikramawardhana (pesaing wirabhumi) dituntut membayar denda 60.000 tail perak tapi hanya sanggup membayar 10.000 tahun 1407 karena itu parameswara diutus lagi menghadap yong-le meminta keringanan dan dikabulkan (tahun 1409)

    makanya peta kekuasaan majapahit mencakup malaysia karena parameswara adalah suami ratu suhita, selain itu parameswara memang berdarah majapahit meskipun anggota penguasa sriwijaya.

  2. Andi Ashari said

    tanksss……….,,

  3. kangtatang said

    ha..ha…. Setuju Mode :ON
    Keep the good job🙂

    kangtatang

  4. Keren ceritanya. Tapi saya gak setuju istilah Ganyang Malaysia. Itu propaganda Bung Karno yang mungkin diprovokasi sikap politik parpol tertentu. Lagi pula, itu masa lalu. Bagaimanapun saya pengagum Siti Nurhaliza (he…he..hee)
    Ok.Link dah saya pasang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: